Lompat ke isi utama

Berita

Inovasi !! Sekolah Kader Pengawasan Partisipatif (SKPP) Via Online

Tidak ada yang ,menduga bahwa persebaran Covid-19 akan menunda sejumlah tahapan pemilihan dan memperlambat nyaris seluruh aktivitas masyarakat indonesia, Bawaslu sebagai lembaga pengawasan merespon perubahan situasi sangat responsive. Sebagai komitmen meningkatkan pengawas partisipatif merancang bangun Sekolah Kader Pengawas Partisipatif (SKPP) yang perlu sejumlah penyesuaian karena akan dilakukan dengan metode daring. Dalam waktu dekat, Bawaslu membuka pendaftaran calon peserta SKPP melalui laman http://bawaslu.net/skpp/depan.php. tepatnya pada 5-8 April 2020 Syarat yang harus dipenuhi antara lain berusia minimal 17 tahun dan maksimal 30 tahun, bersedia mengikuti pendidikan daring sampai selesai termasuk penyediaan kebutuhan data internet. Bawaslu Kabupaten Kediri yang bersama sama peserta sekolah kader pengawasan partisipatif sudah merancang forum telulasan terhitung sudah tiga kali menggelar pertemuan rutin sejak forum telulasan dibentuk. Koordinator Divisi Pengawasan dan Hubungan Antar Lembaga (PHL) Bawaslu Kabupaten Kediri, Ali Mashudi mengungkapkan “memang persebaran Covid-19 meperlambat aktifitas kita salah satunya berkaitan dengan pertemuan kami bersama teman teman peserta SKPP setiap tanggal 13, tapi aktifitas tidak boleh kami akan mendiskusikan inovasi untuk forum telasan yang sudah kami rawat bersama ini” “Bawaslu RI melalui Koordinator Divisi Pengawasan dan Sosialisasi Bapak Mohammad Afifuddin juga menginformasikan rekrutmen online SKPP, informasi ini akan kami tindak lanjuti dan diskusikan bersama” lebih jauh ungkap Ali Mashudi Calon peserta diutamakan yang sedang menjadi pengurus atau anggota dari organisasi/komunitas. Yang tidak kalah penting, calon peserta tidak sedang menjadi pengurus partai politik, tim kampanye dan tim sukses dalam 3 tahun terakhir. SKPP akan dilaksanakan selama 10 hari yang akan dimulai pada pertengahan April Koordinator Divisi Pengawasan dan Sosialisasi Bawaslu, Mohammad Afifuddin menjelaskan selama musim pagebluk covid 19 aktivitas di Bawaslu tidak boleh lumpuh. Harus terus melaju dengan inovasi-inovasi. “SKPP misalnya. Skenario belajar dan rekrutmen kita lakukan secara online. Memang banyak kemungkinan yang bisa terjadi. Identitas calon kader jangan sampai dari unsur tim sukses. Memang agak susah ceknya sehingga provinsi dan kabupaten/kota nanti terlibat dalam proses screening calon peserta,” jelas Afif. Seluruh peserta akan mendapatkan materi tentang kerawanan pemilu/pilkada, mekanisme penanganan pelanggaran, mekanisme pengawasan pemilu/pilkada, mekanisme penyelesaian sengketa, pemantauan pemilu, pengawasan partisipatif, regulasi pemilu/pilkada, strategi kehumasan kader pengawas, dan materi tentang tahapan pemilu/pilkada
Tag
Berita