Bawaslu Kabupaten Kediri Bersamai Bakesbangpol Beri Pendidikan Politik Bagi Tokoh Agama dan Tokoh Masyarakat
|
Kediri.bawaslu.go.id – Kediri. Selasa (30/8/2022) Anggota Bawaslu Kabupaten Kediri Sukari menjadi narasumber dalam kegiatan yang digagas Bakesbangpol Kabupaten Kediri bertajuk sarasehan dengan tema "Pendidikan Politik Bagi Toga Tomas Di Kabupaten Kediri Menuju Pemilu Serentak Tahun 2024 Yang Aman, Damai, Jujur dan Adil"
Berlokasi di Rumah Makan Pendopo Tumpuk, Grogol Kediri, acara tersebut dihadiri para tokoh agama dan tokoh masyarakat (Toga dan Tomas) setempat, Sukari menyampaikan pentingnya pendidikan politik dalam kerangka pengawasan partisipatif masyarakat dalam penyelenggaraan pemilu serentak 2024, "Masyarakat harus peduli dengan demokrasi di Indonesia salah satunya dengan cara turut berpartisipasi aktif dalam pemilu serentak 2024" ujar Sukari."Jangan sampai masyarakat menggadaikan demokrasi dengan money politik" imbuhnya.
Dalam kesempatan ini juga disampaikan bahwa money politik berdampak buruk bagi demokrasi bangsa. Masyarakat dapat melaporkan setiap pelanggaran pemilu kepada Bawaslu dan jajarannya.
Hadir juga Dodi Purwanto Ketua DPRD Kebupaten Kediri yang menyampaikan tentang pentingnya ideologi Pancasila dalam kehidupan demokrasi yang dirumuskan para pendiri bangsa. "Pancasila sebagai dasar negara yang sampai sekarang sangat kuat ini digali dari Indonesia sendiri" tutur Dodi. Proklamasi dan Pancasila mempersatukan tidak hanya Indonesia, tetapi juga bisa mempersatukan 51 negara (kerajaan/kesultanan) dengan damai tanpa adanya kekerasan.
Harapannya Generasi muda mulai belajar untuk bernegara, berpolitik, dan tentang kenegaraan karena semua butuh regenerasi di tengah toleransi antar umat beragama. Terkait dengan Pemilu 14 Februari 2024, harapannya pemilu nanti tidak sepanas seperti pemilu lalu, diharapkan masyarakat bisa ikut mensukseskan pemilu 2024. “Kita butuh sumberdaya anak muda yang mampu mensukseskan pemilu dan pemilihan serentak 2024”tambah dodi
Dr. Imam Fachrudin, M.Si akademisi juga memberikan materi pada kesempatan kali ini. Imam Menyampaikan dengan berbagai dinamika yang terjadi pada pemilu sebelumnya yakni ode lama, orde baru, dan orde Reformasi diharapkan masyarakat dapat memiliki persepsi tentang pentingnya partisipasi masyarakat. Karena dari peristiwa masa lalu tingkat partisipasi masyarakat sangat sedikit, dan memiliki nilai demokrasi yang rendah. Semua peristiwa di masa lalu diharapkan menjadi pelajaran untuk penyelenggaraan pemilu yang lebih baik di masa datang. Jangan sampai ada politik identitas yang berdampak negatif, seperti penggunaan stigma sentimen agama, isu SARA, yang tidak tepat dengan nilai Pancasila dan demokrasi bangsa INDONESIA.
“Pemilu merupakan salah satu sarana perwujudan pelaksanaan demokrasi, Tujuan diadakannya pemilu agar masyarakat bisa berpartisipasi dalam penyelenggaraan pemilu, menggunakan hak pilihnya dengan baik” tutup Imam.(rzq/hdk)
Tag
Berita