Lahir di Blitar pada tanggal 3 Mei 1993 dan berusia 30 tahun. Saat ini beliau berdomisili di Kecamatan Gampengrejo, Kabupaten Kediri. Dalam bidang kepemiluan dan kelembagaan, beliau bekerja sebagai Staf Biro Perencanaan dan Organisasi Bawaslu Republik Indonesia.
Riwayat pendidikan Ahmad Najihin Badry dimulai dari MI Al Huda Kawedusan yang ditempuh pada tahun 1999–2005. Pendidikan menengah pertama dilanjutkan di MTs Ma’arif Kawedusan (2005–2008), kemudian pendidikan menengah atas di MA Al Ma’arif Tulungagung (2008–2011). Pendidikan tinggi diselesaikan di STAIN Kediri pada tahun 2017.
Dalam pengalaman pekerjaan, beliau pernah terlibat sebagai surveyor pada beberapa lembaga riset nasional, antara lain Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC), Indikator Politik Indonesia, dan Lembaga Survei Indonesia (LSI) pada tahun 2014. Selanjutnya, beliau berkiprah dalam penyelenggaraan pemilu sebagai Tenaga Pendukung Operator di KPU Kabupaten Kediri pada tahun 2020, Tenaga Pendukung Rendatin pada tahun 2021–2022, serta PPNPN KPU Kabupaten Kediri pada tahun 2022. Pada periode 2022–2023, beliau bertugas di Bawaslu Republik Indonesia.
Pengalaman kepemiluan Ahmad Najihin Badry cukup beragam dan teknis. Pada tahun 2019, beliau bertugas sebagai Pengawas TPS (PTPS) di Desa Kawedusan, Kecamatan Ponggok, Kabupaten Blitar. Selanjutnya, beliau menjadi Tenaga Pendukung Operator pada Divisi Perencanaan Data dan Informasi KPU Kabupaten Kediri (2020–2021), Tenaga Pendukung Rendatin (2021–2022), serta PPNPN Divisi Perencanaan Data dan Informasi KPU Kabupaten Kediri pada tahun 2022. Pengalaman tersebut berlanjut sebagai PPNPN Biro Perencanaan dan Organisasi Bawaslu Republik Indonesia pada tahun 2022–2023.
Di bidang organisasi, beliau aktif sejak masa sekolah hingga mahasiswa. Pernah menjadi anggota OSIS MTs Ma’arif Kawedusan pada tahun 2004–2005 dan anggota OSIS MA Al Ma’arif Tulungagung pada tahun 2010–2011. Di tingkat desa, beliau dipercaya sebagai Ketua Karang Taruna Desa Kawedusan, Kecamatan Ponggok, Kabupaten Blitar pada periode 2015–2017. Selain itu, beliau juga aktif sebagai anggota Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) pada tahun 2011–2017.